Kepulauan Yapen — Persoalan pemalangan Jalan Trans Yapen Serui–Dawai di Kampung Wadapi, Kepulauan Yapen, akhirnya menemukan titik terang. Ketua DPRK Kepulauan Yapen, Ebzon Sembai, S.Pi., M.H., bersama Anggota DPRK Yawan Karubaba, turun langsung menemui masyarakat pada Sabtu (12/9/2026).
Kedatangan pimpinan DPRK tersebut untuk membuka palang sekaligus mendengarkan langsung keluhan warga terkait persoalan yang terjadi antara masyarakat dan pihak keamanan.
Pemalangan jalan dipicu oleh patroli pihak keamanan terhadap aktivitas penjualan minuman lokal yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai milo bobo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga Kampung Wadapi mengaku kecewa dengan cara penertiban yang dilakukan. Mereka mempersoalkan tindakan membuang jualan bobo milik warga yang selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Bagi masyarakat, persoalan tersebut bukan semata soal aktivitas penjualan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi keluarga.
Penghasilan dari berjualan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membiayai pendidikan anak-anak.
Karena itu, masyarakat berharap penanganan persoalan serupa dapat dilakukan melalui komunikasi dan dialog. Mereka meminta agar aspek keamanan tetap diperhatikan, namun kondisi ekonomi warga juga tidak diabaikan.
Mendengar aspirasi tersebut, Ebzon Sembai memilih turun langsung ke lapangan. Ia berdialog dengan masyarakat dan berupaya mencari jalan keluar agar persoalan tidak semakin meluas.
Ebzon kemudian menyampaikan komitmennya untuk mempertemukan masyarakat Kampung Wadapi dengan pihak keamanan, dalam hal ini Kepolisian, pada Senin mendatang.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang dialog untuk membahas persoalan secara terbuka sekaligus mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.
“Kita akan komunikasikan bersama dengan pihak Kepolisian. Persoalan ini harus diselesaikan dengan baik melalui dialog,” kata Ebzon dalam pertemuan bersama masyarakat.
Setelah dilakukan komunikasi, masyarakat akhirnya membuka palang jalan.
Akses kendaraan di Jalan Trans Yapen Serui–Dawai pun kembali normal. Kendaraan yang sebelumnya tertahan dapat kembali melintas dan aktivitas masyarakat berangsur berjalan seperti biasa.

Ebzon menegaskan, penyelesaian persoalan melalui komunikasi menjadi penting agar masalah di tingkat masyarakat tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Ia juga mendorong semua pihak untuk mengedepankan pendekatan yang persuasif dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.
Pertemuan antara masyarakat Kampung Wadapi dan pihak Kepolisian pada Senin mendatang diharapkan menjadi langkah lanjutan untuk menemukan solusi yang adil.
Di satu sisi, keamanan dan ketertiban tetap harus dijaga. Di sisi lain, kondisi ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas sehari-hari juga perlu menjadi perhatian.
Dengan dibukanya kembali palang, masyarakat berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada pembukaan akses jalan, tetapi benar-benar mendapatkan penyelesaian melalui dialog bersama.










