SERUI – Suasana di depan Polsek Dawai, Distrik Yapen Timur, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, tampak meriah, Kamis (10/9/2026).
Masyarakat dari Yapen Timur, Ampimoi hingga Raimbawi berkumpul menyaksikan eksibisi balap perahu motor tempel 15 PK yang digelar bersamaan dengan agenda hearing dialog Ketua DPRK Kepulauan Yapen.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRK Kepulauan Yapen, Fredik Samber anggota DPRK, Kapolsek, Kepala Distrik Yapen Timur, Kepala Distrik Raimbawi, serta masyarakat dan pemuda dari sejumlah wilayah pesisir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Eksibisi balap perahu motor ini bukan sekadar hiburan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan antarwilayah sekaligus menjaga tradisi masyarakat pesisir agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Dalam kegiatan tersebut, perahu-perahu yang sebelumnya identik dengan aktivitas masyarakat pesisir dan alat transportasi tradisional dikembangkan menggunakan mesin tempel. Modifikasi itu dipandang sebagai bentuk adaptasi budaya lokal tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan masyarakat.

Ketua DPRK dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sangat penting, terutama untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari maupun pembangunan di kampung.
Hearing dialog menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus bagi DPRK untuk melihat secara langsung kondisi pembangunan di wilayah pesisir Yapen Timur, Ampimoi dan Raimbawi.
Selain menyerap aspirasi, kegiatan balap perahu juga diarahkan sebagai wadah positif bagi generasi muda.
Pemuda diberikan ruang untuk menunjukkan kreativitas, keterampilan dan semangat kompetitif melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir.
Kegiatan tersebut sekaligus diharapkan dapat mempererat hubungan masyarakat antardistrik, khususnya Yapen Timur, Ampimoi dan Raimbawi.

Ketua DPRK juga mendorong agar kegiatan serupa dapat dikembangkan menjadi agenda yang lebih rutin. Menurutnya, kegiatan masyarakat tidak harus selalu dikemas dalam bentuk formal, tetapi dapat dipadukan dengan kegiatan budaya dan hiburan rakyat sehingga partisipasi masyarakat semakin kuat.
Melalui agenda tersebut, pemerintah dan DPRK diharapkan tidak hanya hadir ketika membahas persoalan pembangunan di ruang-ruang resmi, tetapi juga hadir bersama masyarakat dalam berbagai aktivitas sosial dan budaya.
Eksibisi balap perahu motor tempel 15 PK pun menjadi salah satu cara untuk membangun semangat kebersamaan sekaligus memberikan ruang kepada pemuda pesisir untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Agenda hearing dialog selanjutnya akan terus dilakukan di wilayah lainnya sebagai bagian dari upaya Ketua DPRK menyerap aspirasi masyarakat secara lebih luas serta memantau kebutuhan pembangunan secara langsung di tingkat kampung dan distrik.










