Teras Weisiho.Com | Serui – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapim Purda) dan Musyawarah Daerah (Musda) ke-14 tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta mempersiapkan regenerasi kepemimpinan pemuda di Gedung Silas Papare pada Rabu, 25/03/2026.

Dalam sambutannya, Ketua DPRK Kepulauan Yapen sekaligus Ketua DPD KNPI Kabupaten Kepulauan Yapen, Ebzon Sembai, S.Pi., M.H, menekankan bahwa pertemuan ini merupakan momentum penting untuk mempersiapkan pemilihan Ketua DPD KNPI yang baru serta merumuskan program-program strategis organisasi ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Proses organisasi harus dijalankan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Dari proses yang benar akan lahir pemimpin yang berkualitas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa KNPI merupakan wadah pembentukan pemimpin bagi generasi muda. Oleh karena itu, setiap anggota didorong untuk aktif mengikuti proses organisasi sebagai bagian dari pembelajaran kepemimpinan.

Ebzon Sembai turut menyampaikan komitmennya untuk tidak kembali mencalonkan diri sebagai Ketua DPD KNPI, guna memberikan ruang bagi generasi muda lainnya untuk tampil sebagai pemimpin baru.
“Organisasi ini harus terus melahirkan pemimpin. Regenerasi adalah kunci agar KNPI tetap hidup dan berkembang,” tegasnya.
Meski menghadapi tantangan keterbatasan anggaran, ia mengajak seluruh anggota untuk tetap bersemangat dengan prinsip “dari kita untuk kita” dalam membangun organisasi dan daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kepulauan Yapen, Sonny Woria, dalam arahannya menekankan pentingnya legalitas organisasi sebagai syarat utama mendapatkan dukungan pemerintah daerah.
“Pemerintah hanya akan memberikan perhatian kepada organisasi yang memiliki legalitas jelas sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) agar segera melaporkan keberadaan mereka ke Kesbangpol. Hal ini penting untuk memastikan aktivitas organisasi memiliki dasar hukum yang kuat.
“Organisasi yang tidak melapor berpotensi masuk daftar hitam dan dianggap tidak sah secara hukum,” tegas Sonny.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya efektivitas dalam berorganisasi dengan membatasi keterlibatan individu maksimal di satu atau dua organisasi agar kinerja lebih optimal.
Di sisi lain, perwakilan KNPI Provinsi Papua menegaskan bahwa Rapim Purda merupakan forum strategis untuk menentukan kepesertaan Musda, menetapkan syarat calon ketua, serta merumuskan rekomendasi bagi pemerintah daerah.

Musda ke-14 KNPI Kepulauan Yapen nantinya akan memilih Ketua DPD KNPI periode 2026–2029. Para calon diharapkan memiliki jiwa besar, siap menang maupun kalah, serta menjaga kondusivitas organisasi tanpa menciptakan dualisme kepemimpinan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari percepatan konsolidasi KNPI di Papua, sejalan dengan arahan pemerintah provinsi agar pemuda tetap bersatu di tengah dinamika nasional.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen membangun daerah, KNPI Kepulauan Yapen diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas serta berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua I Bidang OKK KNPI Provinsi Papua, Yopie Romhadi dan dihadiri juga oleh Venny Weyai Waket 3 bidang Keolahragaan, Yusuf Simbiak Wasek OKK KNPI Papua serta para Ketua OKP lainnya yang ada di kabupaten Kepulauan yapen.
Penulis : Hamsah
Editor : Tim Editor










