Jakarta – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 yang mengusung tema “Arah Baru, Amanat Ekonomi Konstitusi” dinilai sebagai momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi yang berkeadilan.

Ketua DPRK Kepulauan Yapen, Ebzon Y. Sembai, S.Pi., M.H., mengatakan tema yang diangkat PKB tahun ini bukan sekadar slogan seremonial, melainkan sebuah ajakan untuk mengembalikan arah pembangunan nasional sesuai amanat konstitusi, yaitu menghadirkan kemakmuran yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tema ‘Arah Baru, Amanat Ekonomi Konstitusi’ mengandung makna bahwa sudah saatnya pembangunan ekonomi benar-benar berpihak kepada rakyat. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata, dari kota hingga daerah-daerah terluar seperti Kepulauan Yapen,” ujar Ebzon kepada TerasWeisiho.com, Kamis (30/7/2026).
Menurut Ebzon, amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengandung semangat bahwa perekonomian harus disusun sebagai usaha bersama untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Oleh karena itu, kebijakan ekonomi nasional perlu memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk berkembang melalui pemberdayaan ekonomi lokal.

Ia menilai bahwa penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemberdayaan petani, nelayan, pelaku usaha asli daerah, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam membangun ekonomi Indonesia yang tangguh.
“Pemberdayaan masyarakat tidak boleh berhenti pada program bantuan semata. Yang dibutuhkan adalah menciptakan masyarakat yang produktif, mandiri, dan memiliki akses terhadap permodalan, pelatihan, teknologi, serta pasar. Dengan begitu, ekonomi rakyat akan tumbuh secara berkelanjutan,” katanya.
Secara khusus, Ebzon menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Yapen memiliki potensi ekonomi yang sangat besar apabila dikelola secara optimal. Potensi tersebut meliputi sektor perikanan, pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat sinergi agar potensi tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kepulauan Yapen memiliki sumber daya alam yang melimpah. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana potensi tersebut dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Nelayan harus memperoleh nilai jual yang lebih baik, petani harus memiliki kepastian pasar, pelaku UMKM perlu didorong agar produknya mampu bersaing, dan generasi muda harus diberi ruang untuk mengembangkan inovasi serta kewirausahaan,” jelasnya.
Ebzon juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah.
“Pembangunan ekonomi hari ini tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam. Kita harus membangun kualitas manusianya. Anak-anak muda di Kepulauan Yapen harus dipersiapkan menjadi pelaku usaha, inovator, dan pencipta lapangan kerja sehingga mampu menggerakkan ekonomi daerah di masa depan,” ungkapnya.
Sebagai Ketua DPRK Kepulauan Yapen, Ebzon menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan daerah yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, DPRK memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperluas kesempatan berusaha.
“Kami di DPRK akan terus mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Pembangunan harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan, memperkuat ekonomi kampung, meningkatkan daya saing UMKM, serta memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Inilah wujud nyata amanat ekonomi konstitusi yang harus kita perjuangkan bersama,” tegasnya.
Di momentum HUT PKB ke-28, Ebzon mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan semangat persatuan, gotong royong, dan kemandirian ekonomi sebagai landasan dalam membangun Indonesia yang lebih maju.
“Semoga HUT PKB ke-28 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh anak bangsa dalam membangun ekonomi yang berkeadilan. Ketika ekonomi masyarakat tumbuh, kesejahteraan meningkat, dan kesempatan kerja semakin luas, maka cita-cita Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera akan semakin dekat untuk diwujudkan. Hal yang sama juga menjadi harapan kita bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen agar terus berkembang, mandiri, dan mampu bersaing di masa depan,” pungkas Ebzon.










