Di Balik Mansorandaki, Ritual Adat Yawa Onate Menjaga Ikatan Keluarga

- Editorial Team

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terasweisiho.com, | Yapen – Masyarakat adat Suku Yawa Onate kembali meneguhkan komitmennya dalam melestarikan nilai-nilai budaya leluhur melalui Pesta Budaya Mansorandaki, sebuah tradisi adat penyambutan anggota keluarga yang telah lama merantau dan kembali ke tanah kelahiran.

Kegiatan budaya tersebut dilaksanakan pada Selasa (03/02/2026) di kediaman Keluarga Kansai, depan Kodim 1709/Yawa, dan diselenggarakan oleh Keluarga Kansai dari Kampung Tunu (kini disebut Kampung Turu). Acara berlangsung khidmat dan penuh makna adat, disaksikan langsung oleh Anggota DPRK Kepulauan Yapen dari kelompok khusus, Mika Runaweri, Kepala Adat Kampung Tunu, serta masyarakat adat setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangannya, Mika Runaweri menjelaskan bahwa Mansorandaki merupakan pesta budaya adat yang dilakukan sebagai bentuk penyambutan terhadap anggota keluarga yang telah merantau jauh dan lama, kemudian kembali pulang untuk berkumpul bersama orang tua, saudara, dan keluarga besar.

“Pesta budaya Mansorandaki ini menunjukkan bahwa keluarga Kansai dari Suku Yawa Onate masih memegang teguh dan melestarikan adat istiadat leluhur. Ini adalah aset budaya yang sangat berharga bagi masyarakat adat di Kepulauan Yapen,” ujar Mika Runaweri.

Ia mengaku bangga dapat menyaksikan secara langsung pelaksanaan pesta budaya tersebut, karena mencerminkan eksistensi dan kesadaran masyarakat adat dalam menjaga warisan budaya sebagai kekayaan keluarga dan suku-suku asli di Tanah Yapen.

Lebih lanjut, Mika Runaweri menegaskan komitmen Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen untuk terus memberikan perlindungan dan dukungan terhadap pelestarian pesta-pesta budaya suku asli Papua, khususnya tujuh suku yang ada di Kabupaten Kepulauan Yapen. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan adat istiadat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Ke depan, DPRK juga akan mendorong adanya dokumentasi seluruh jenis pesta budaya sebagai panduan dan referensi bagi anak cucu kita, agar budaya adat ini tetap terjaga dan dilaksanakan secara turun-temurun,” tambahnya.

Selain Mansorandaki, Mika Runaweri juga menjelaskan bahwa masyarakat adat Yapen memiliki berbagai ritual budaya lainnya, seperti tindik telinga dan gantung anting untuk anak perempuan, cukur rambut untuk anak laki-laki, prosesi pinangan, hingga antar harta atau emas kawin. Meski terdapat perbedaan bentuk pelaksanaan antar suku—seperti Yawa Onate, Berbai, Wetiga, Pembawo, dan Ampari—namun secara umum memiliki kesamaan karena berada dalam satu rumpun budaya Saireri.

Pada kesempatan yang sama, Michael Kansai, selaku Kepala Adat Kampung Turu, turut memberikan penjelasan mendalam terkait adat istiadat Suku Yawa Onate, khususnya yang berkaitan dengan upacara penyambutan dan pemurnian anak perantau.

Ia menjelaskan bahwa Upacara Masunondaki merupakan ritual adat yang hanya dilakukan saat kepulangan pertama seorang anak yang merantau untuk pertama kalinya. Anak perantau tersebut diibaratkan seperti pergi berperang, sehingga kepulangannya dianggap sebagai sebuah keberhasilan besar yang harus disyukuri dan disucikan secara adat.

“Upacara ini bertujuan membersihkan segala perbuatan atau kesalahan yang mungkin dilakukan selama di perantauan, agar anak kembali dengan hati yang bersih dan tulus,” jelas Michael Kansai.

Prosesi Masunondaki dilakukan oleh para paman (om), yang dalam struktur adat Suku Yawa Onate memiliki peran penting setara dengan ibu. Ritual diawali dengan pembelahan kelapa dan penyiraman air kelapa ke tubuh anak yang kembali, dilanjutkan dengan pemasangan piring di depan pintu yang harus dilewati sebelum anak masuk ke dalam rumah.

Selain itu, terdapat pula Upacara Mandogi, yakni upacara pemberian makan oleh ibu kepada saudara serta prosesi adat untuk anak-anak, seperti menusuk telinga anak perempuan dan memasangkan gelang kaki bagi anak laki-laki oleh para paman.

Michael Kansai juga menuturkan adat kelahiran anak dalam Suku Yawa Onate, di mana sagu dibakar dan digantung di depan pintu rumah, serta bayi harus dikeluarkan untuk tidur di luar rumah sebanyak tiga kali sebelum diperbolehkan keluar sepenuhnya.

Menutup kegiatan tersebut, Mika Runaweri menyampaikan apresiasi kepada Kepala Suku Yawa Onate, Kepala Adat Kampung Tunu, serta Keluarga Kansai yang telah sukses melaksanakan Pesta Budaya Mansorandaki. Ia juga mengimbau seluruh kepala suku, kepala marga, dan kepala keret di Kepulauan Yapen agar terus menjaga dan melestarikan adat budaya demi generasi masa depan.

 

“Pelestarian adat istiadat ini penting untuk membentuk cara hidup yang baik dan hubungan sosial yang harmonis, karena kehidupan masyarakat adat senantiasa tunduk dan taat pada hukum adat yang berlaku,” pungkasnya.

Penulis : Hamsah

Editor : Tim Editor

Follow WhatsApp Channel terasweisiho.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seven Media Asia Gelar IPSEA 2026 di Bali, Apresiasi Inovasi dan Transformasi Digital Pelayanan Publik
Ketua DPRK Kepulauan Yapen Ebzon Y. Sembai Raih Penghargaan Pemimpin Legislatif Terbaik Nasional di Bali
Ketua DPRK Kepulauan Yapen Turun Langsung Dampingi Program Nasional Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stanting ( GENTING ) di Yapen Barat
Lolos Uji BPOM, Depot Air Minum Weilu Serui Dipastikan Aman Dikonsumsi, Pemilik Apresiasi Dinas Kesehatan dan BBPOM Jayapura
Ketua DPRK Yapen Dukung Harmoni Budaya dan Ekonomi Kreatif sebagai Penggerak Pelestarian Budaya Lokal
Ketua DPRK Yapen: Pelantikan ASN Bukan Sekadar Rotasi Jabatan, tetapi Penguatan Pelayanan Publik
Resmi Dilantik Jadi Pj. Sekda Kepulauan Yapen, Cyfrianus Mambay Emban Misi Perkuat Pelayanan Publik
Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Ketua DPRK Yapen Tegaskan Dukungan Penuh untuk Polri

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:08 WIT

Seven Media Asia Gelar IPSEA 2026 di Bali, Apresiasi Inovasi dan Transformasi Digital Pelayanan Publik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:37 WIT

Ketua DPRK Kepulauan Yapen Ebzon Y. Sembai Raih Penghargaan Pemimpin Legislatif Terbaik Nasional di Bali

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:54 WIT

Ketua DPRK Kepulauan Yapen Turun Langsung Dampingi Program Nasional Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stanting ( GENTING ) di Yapen Barat

Senin, 6 Juli 2026 - 15:45 WIT

Lolos Uji BPOM, Depot Air Minum Weilu Serui Dipastikan Aman Dikonsumsi, Pemilik Apresiasi Dinas Kesehatan dan BBPOM Jayapura

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIT

Ketua DPRK Yapen Dukung Harmoni Budaya dan Ekonomi Kreatif sebagai Penggerak Pelestarian Budaya Lokal

Berita Terbaru