Keerom (terasweisiho.com) – Anggota MRP Papua Utusan Waropen, Klansina Irene Duwiri, SH, menegaskan perlunya mengaktifkan kembali Kartu Papua Sehat (KPS) sebagai solusi utama pelayanan kesehatan bagi Orang Asli Papua (OAP). Menurutnya, BPJS Kesehatan belum mampu menjawab kebutuhan riil pelayanan kesehatan OAP di Tanah Papua.

Pernyataan itu disampaikan Klansina saat menggelar penjaringan aspirasi triwulan IV Tahun 2025 bersama ratusan warga Saireri di Kampung Yamara, Yuskun, dan Efra Tami, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Jumat (12/12/2025). Kegiatan berlangsung di Balai Kampung Yamara dengan tema “Kualitas dan Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan bagi Orang Asli Papua”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam diskusi tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan krusial pelayanan kesehatan yang kemudian dirumuskan menjadi 11 rekomendasi untuk diperjuangkan MRP Papua dan diagendakan dalam rapat koordinasi lintas lembaga.
“Seluruh aspirasi ini akan kami tindaklanjuti melalui rapat internal MRP, kemudian dibawa ke Pemprov Papua, DPR Papua, serta pemerintah daerah,” ujar Klansina.
Ia menyebut, keluhan utama masyarakat meliputi minimnya kehadiran tenaga medis di pustu dan puskesmas, buruknya pelayanan RSUD Swakarsa, sulitnya pengurusan rujukan, hingga BPJS yang dinonaktifkan otomatis saat tidak digunakan.

Salah satu tuntutan paling kuat dari masyarakat adalah pengaktifan kembali Kartu Papua Sehat, karena dinilai lebih berpihak dan mudah diakses oleh OAP.
“BPJS selama ini tidak maksimal merespons kebutuhan kesehatan OAP. Kartu Papua Sehat justru menjadi solusi layanan kesehatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adat,” tegasnya.
Selain sektor kesehatan, masyarakat juga menyoroti pendidikan gratis dari jenjang SD hingga SMA serta prioritas OAP dalam penerimaan CPNS dan PPPK, sebagai upaya membangun kualitas SDM Papua.

Klansina menegaskan, seluruh rekomendasi tersebut akan dibawa dalam rapat koordinasi MRP Papua, lalu disampaikan kepada Bupati dan DPRK Keerom untuk diperjuangkan bersama.
“Sebagai anggota MRP Papua, saya berdiri bersama masyarakat. Aktifkan kembali Kartu Papua Sehat adalah kunci layanan kesehatan yang adil dan bermartabat bagi OAP. BPJS bukan solusi pelayanan kesehatan prima bagi kami,” pungkasnya.
Adapun 11 Rekomendasi Hasil Penjaringan Aspirasi :
1. Tenaga Medis yang selalu tidak ada di Pustus dan Puskesmas.
2. Pelayanan di RSUD Swakarsa belum memadai baik dokter maupun tenaga medis.
3. Pasien di persulit dalam mengurus surat rujukan.
4. BPJS ketika tidak digunakan selama 3 bulan kala digunakan kembali oleh pasien di bulan ke 4 tidak diaktifkan kembali.
5. Tenaga Medis harus tugas belajar (SDM).
6. Rumah Layak Huni bagi Tenaga Medis.
7. Aktifkan kembali Kartu Papua Sehat.
8. Kampung Yuskun tidak ada Pustu dan Petugas serta Obat-obatan, karena selama ini masyarakat berobat ke apotek.
9. Disetiap Puskesmas harus ada mobil Ambulance.
10. Penerimaan CPNS dan PPPK harus memprioritaskan OAP.
11. Pendidikan Gratis bagi SD maupun SMP dan SMA.
Penulis : Jiro Nussy
Editor : Tim Editor










