Teras Weisiho.com, Yapen – Masih pagi buta ketika suara sapu lidi terdengar bersahutan di tepi jalan Kota Serui. Di bawah remang lampu jalan dan dinginnya udara subuh, beberapa mama Papua dengan rompi lusuh menyapu dedaunan yang jatuh dari pohon ketapang. Mereka bekerja sunyi, menjaga kota tetap bersih sebelum matahari terbit.

Senin (3/11/2025) menjadi pagi yang berbeda. Di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Yapen, senyum merekah di wajah para mama penyapu jalan itu. Mereka menerima rompi keselamatan berwarna oranye terang dari Wakil Ketua II DPRK Kepulauan Yapen, Djorge Diamon Logianto, bersama Sekretaris Komisi C, Mikha Runaweri — sebuah simbol kecil dari kepedulian besar terhadap keselamatan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami melihat langsung bagaimana mama-mama ini bekerja sejak subuh, bahkan di jam rawan ketika masih banyak pengendara pulang dalam keadaan mabuk. Sudah pernah terjadi kecelakaan, dan itu yang membuat kami tergerak memberi perlindungan tambahan,” ujar Djorge dengan nada serius.
Pemberian rompi reflektor ini bukan sekadar seremoni. Di baliknya, ada niat tulus agar para petugas kebersihan — khususnya mama-mama Papua — lebih aman dan terlihat jelas saat bekerja di jalan raya.
Setiap hari, mereka memulai pekerjaan ketika sebagian besar warga masih terlelap. Risiko terserempet kendaraan atau terpeleset di jalan basah bukan hal asing bagi mereka. Karena itu, rompi keselamatan ini diharapkan menjadi “tameng cahaya” bagi para penjaga kebersihan kota.
Dalam kesempatan itu, para petugas kebersihan juga menyampaikan aspirasi soal kesejahteraan. Salah satu mama penyapu jalan dari Kelurahan Serui Kota berbicara dengan hati-hati namun tegas.
“Upah kami dari tahun 2017 masih Rp60 ribu per hari. Sedangkan yang menyapu di pasar sudah Rp80 ribu. Kami berharap ada kenaikan karena pekerjaan ini berat dan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.
Djorge pun menanggapi dengan janji untuk memperjuangkan nasib mereka.
“Kami akan teruskan aspirasi ini ke Komisi C dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Kami ingin kesejahteraan mama-mama penyapu jalan meningkat, bukan hanya dari sisi keselamatan tapi juga penghasilan,” tegasnya.
Bagi DPRK Kepulauan Yapen, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak selalu soal gedung tinggi atau jalan baru — tapi juga tentang memastikan mereka yang bekerja di balik kebersihan kota mendapat perlindungan dan penghargaan yang layak.
Melalui langkah kecil seperti ini, DPRK ingin menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang menjaga wajah kota tetap indah setiap hari.
Dan pagi itu, di antara sinar matahari yang mulai naik di langit Serui, tampak rompi oranye baru memantulkan cahaya. Bukan hanya cahaya dari bahan reflektor, tapi juga cahaya harapan bagi mama-mama penyapu jalan — bahwa jerih payah mereka kini mulai terlihat.
Penulis : Hamsah
Editor : Tim Editor












