Serui – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen, Ebzon Sembai, S.Pi., M.H., didampingi sang istri, Adomina Elisabet Maniani, menghadiri kegiatan Karnaval Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh Persekutuan Gereja-Gereja Kristen Katolik (PGGK) Kabupaten Kepulauan Yapen di Alun-Alun Trikora, pusat Kota Serui, Sabtu (4/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum sukacita bagi umat Kristiani dalam memperingati Hari Raya Paskah, sekaligus menjadi wadah mempererat persaudaraan antarumat beragama di tengah kehidupan masyarakat multikultural di Kabupaten Kepulauan Yapen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangannya kepada awak media, Ketua DPRK Yapen, Ebzon Sembai, menegaskan bahwa Karnaval Paskah bukan sekadar seremoni perayaan keagamaan, melainkan simbol kemenangan iman umat Kristen atas kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.
“Hari ini kami menghadiri Karnaval Paskah 2026 yang diselenggarakan PGGK Kabupaten Kepulauan Yapen. Acara ini merupakan wujud perjuangan umat Kristen dalam merayakan Paskah, yang menjadi puncak iman atas kemenangan Tuhan Yesus Kristus. Karnaval ini menjadi simbol nyata sukacita atas kebangkitan-Nya,” ujar Ebzon.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa makna Paskah memiliki pesan spiritual yang mendalam, yakni pembebasan umat manusia dari belenggu dosa melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

Menurutnya, peristiwa Paskah menjadi pengingat bagi setiap umat percaya untuk terus memperbaiki diri, meninggalkan kehidupan lama, dan menjalani hidup yang lebih baik dalam kasih serta penyertaan Tuhan.
“Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus melepaskan kita yang percaya kepada-Nya dari ikatan dosa. Karnaval Paskah hari ini mengingatkan kita bahwa kita telah dilepaskan dari dosa, sehingga hidup kita hari ini harus lebih baik daripada hari-hari kemarin,” tegasnya.
Ebzon juga menekankan pentingnya menjadikan semangat Paskah sebagai landasan dalam membangun kehidupan yang penuh kasih, damai, dan kepedulian terhadap sesama, baik di lingkungan gereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Harapan kami, setelah dilepaskan dari dosa, kita harus hidup dalam kasih Tuhan, terus berbuat baik kepada semua umat, khususnya sesama Kristen di Tanah Papua, termasuk di Kabupaten Kepulauan Yapen. Mari jadikan momentum ini untuk memperkuat pelayanan dan persaudaraan kita,” katanya.

Menutup pesannya, Ketua DPRK Yapen mengajak seluruh jemaat Kristen di Kepulauan Yapen untuk memaknai Paskah sebagai momentum kebangkitan spiritual, pembaruan hidup, dan penguatan pelayanan demi menghadirkan berkat bagi banyak orang.
“Lewat peristiwa kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, jadikanlah Paskah sebagai momen sukacita abadi. Teruslah melakukan perbaikan dalam tugas dan pelayanan kepada setiap jemaat, ubah perilaku agar selaras dengan ajaran-Nya, sehingga hidup ini membawa keselamatan, menjadi berkat bagi banyak orang, dan melahirkan pengharapan baru bagi kita semua. Bersama, mari kita hayati kemenangan ini untuk membangun Yapen yang lebih harmonis dan diberkati Tuhan,” pungkasnya.
Karnaval Paskah 2026 tidak hanya menjadi perayaan iman umat Kristiani, tetapi juga menjadi simbol kuatnya toleransi, kebersamaan, dan harmoni antarumat beragama di Kabupaten Kepulauan Yapen.








