Terasweisiho.com, Serui —Penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) secara serentak untuk 42 kota/kabupaten di enam provinsi wilayah Papua Raya resmi dilepas pada Selasa, 9 Desember 2025, bertempat di Gudang Bulog Serui, Jalan Moh. Yamin, Serui. Kegiatan nasional ini merupakan bagian dari program pemerintah dalam pengendalian harga beras di wilayah Papua, dan diselenggarakan oleh Polres Kepulauan Yapen Polda Papua.

Acara pelepasan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRK Kepulauan Yapen Ebzon Sembai, S.Pi, Plt Asisten I Yohanes Matayane, Kapolres Kepulauan Yapen, Ketua Pengadilan, perwakilan Kejaksaan, serta Kepala Bulog Serui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPRK Kepulauan Yapen, Ebzon Sembai, dalam sambutannya menegaskan bahwa program penyaluran beras SPHP ini merupakan kelanjutan program nasional Presiden Prabowo–Astakita melalui kementerian dan instansi terkait. Ia menilai bahwa pengawasan distribusi beras sejauh ini telah berjalan baik, namun masih perlu ditingkatkan agar dapat menjangkau seluruh masyarakat hingga wilayah terpencil.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan jajaran atas perhatian dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Untuk Bulog, kami berharap distribusi dilakukan secara selektif agar tidak terjadi pencampuran beras lama dan baru sebelum disalurkan kepada pedagang dan masyarakat,” ujar Ebzon.
Kepala Bulog Cabang Serui, Firmansyah, menjelaskan bahwa program penyaluran beras SPHP di wilayah Yapen–Waropen telah berlangsung sejak Juli dan akan berlanjut hingga Desember 2025.
Bulog menargetkan distribusi 4.200 ton beras, dengan capaian penyaluran oleh:
Polres Yapen: 52,5 ton
Polres Waropen: 42 ton

Firmansyah memastikan bahwa stok beras untuk wilayah Serui dan sekitarnya tetap aman hingga akhir tahun.

Kapolres Kepulauan Yapen, AKBP Ardyan Ukie Hercahyo, S.I.K., menyampaikan bahwa sebanyak 20 ton beras dilepas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen, sebagai bagian dari target 150 ton hingga akhir Desember 2025.
Beras SPHP didistribusikan ke seluruh distrik dengan harga terjangkau:
* Rp65.000 per sak (5 kg)
* Rp13.000 per kilogram
Kapolres menegaskan bahwa langkah tegas akan diambil apabila ditemukan praktik permainan harga, penyelundupan, atau penetapan harga tidak wajar di lapangan.
Pelepasan penyaluran beras SPHP ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan pangan masyarakat, terutama menjelang Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di seluruh wilayah Papua Raya.
Penulis : Hamsah
Editor : Tim Editor








