Nabire (terasweisiho.com) – Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah di Kaladiri kini mulai memasuki tahap pembangunan fisik, setelah sebelumnya resmi dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking).

Pembangunan tersebut meliputi tiga gedung utama, yakni Gedung Gubernur Papua Tengah, Gedung DPR Papua Tengah, dan Gedung MRP Papua Tengah, serta tiga tower Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua Tengah, Ir. Yulianus Mambrasar, S.ST., M.Si., MT, mengatakan seluruh pembangunan tersebut telah resmi dimulai dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
“Pembangunan tiga gedung utama dan tiga tower OPD di kawasan pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah Kaladiri secara resmi sudah mulai dikerjakan,” ujar Yulianus kepada awak media usai apel perdana di Hall Gubernur Provinsi Papua Tengah, Bandara Lama Nabire, Senin (5/1/2026).
Menurut Yulianus, setelah pelaksanaan groundbreaking pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperoleh dukungan anggaran dari APBN melalui Kementerian PUPR untuk pembangunan gedung-gedung utama tersebut.
“Pemprov Papua Tengah mendapat dukungan APBN langsung dari Kementerian PUPR untuk pembangunan gedung utama,” ungkapnya.
Selain itu, Pemprov Papua Tengah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 miliar dari APBD untuk pembangunan tiga tower OPD yang dilaksanakan dengan skema multi years contract dan ditargetkan selesai bersamaan dengan gedung utama pada akhir tahun 2026.
Lebih lanjut dijelaskan, pembangunan tower OPD dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, tiga tower mulai dibangun, sementara dua tower lainnya masih dalam tahap perencanaan.
“Secara keseluruhan, kawasan pusat pemerintahan ini direncanakan memiliki delapan tower OPD. Targetnya, seluruh OPD sudah dapat menempati gedung-gedung tersebut pada awal tahun 2029,” jelas Yulianus.
Ia menambahkan, penataan kawasan pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah juga didukung oleh pembangunan infrastruktur pendukung lainnya, seperti jalan kawasan, jaringan listrik, dan telekomunikasi. Untuk hal tersebut, Pemprov Papua Tengah telah berkolaborasi dengan PLN dan Telkomsel.
Tak hanya itu, penyediaan air bersih juga menjadi bagian dari perencanaan kawasan strategis ini. Pemprov Papua Tengah akan membangun SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) dengan dukungan APBN, termasuk untuk kebutuhan kawasan rumah susun.
“Saat ini kami sedang melakukan survei sumber air bersih di dua lokasi, yakni Kali Biru dan Kali Jernih, sebagai sumber air bagi kawasan pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah,” katanya.
Yulianus menegaskan bahwa seluruh pembangunan tersebut dilaksanakan sesuai arahan Gubernur Papua Tengah, dengan fokus pada penataan kawasan strategis yang terhubung langsung dengan bandara serta delapan kabupaten di Papua Tengah.
“Semua pembangunan ini merupakan bagian dari penataan kawasan strategis pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah,” tutupnya.
Penulis : Jiro Nussy
Editor : Tim Editor








