SERUI — Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, menegaskan pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serui.
Penegasan tersebut disampaikan Roi saat menghadiri kegiatan visitasi RSUD Serui, Rabu (7/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan, verifikasi, evaluasi, serta pemenuhan persyaratan penyelenggaraan rumah sakit daerah dalam rangka perpanjangan izin operasional RSUD Serui.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Roi mengapresiasi tim visitasi yang hadir untuk melihat secara langsung kesiapan RSUD Serui, baik dari aspek pelayanan, sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, maupun tata kelola rumah sakit.
Menurutnya, visitasi tidak boleh dipandang hanya sebagai proses administratif untuk memperoleh perpanjangan izin operasional. Lebih dari itu, visitasi harus menjadi momentum untuk memastikan rumah sakit benar-benar siap memberikan pelayanan yang aman, bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Ketika masyarakat datang ke rumah sakit, mereka datang dengan harapan mendapatkan pelayanan yang terbaik,” ujar Roi.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran RSUD Serui terus memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, aman dan tidak membeda-bedakan masyarakat.
“RSUD Serui harus menjadi tempat pelayanan kesehatan yang dapat diandalkan masyarakat,” tegasnya.
Roi juga mengingatkan jajaran RSUD Serui agar tidak berhenti melakukan pembenahan setelah izin operasional diperoleh.
Menurutnya, perpanjangan izin operasional bukanlah akhir dari proses evaluasi, melainkan menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan terus meningkat.
“Jangan berhenti setelah izin operasional diperoleh. Evaluasi dan peningkatan mutu harus dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.
Ia menekankan bahwa aspek kesehatan dan keselamatan pasien harus menjadi perhatian utama dalam setiap pelayanan yang diberikan rumah sakit.
Dengan demikian, setiap pembenahan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
Selain pelayanan, Wabup Roi juga menyoroti pentingnya profesionalisme, integritas dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan RSUD Serui.
Ia mendorong agar pendidikan, pelatihan dan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan dilakukan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan pelayanan rumah sakit.
“Peningkatan kapasitas SDM harus menjadi perhatian agar mutu pelayanan kesehatan di RSUD Serui terus meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, SDM yang berkualitas merupakan salah satu faktor penting dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, efektif dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan diharapkan berjalan seiring dengan pembenahan sarana, prasarana, sistem pelayanan dan tata kelola rumah sakit.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen, Karolis Tanawani, menjelaskan bahwa visitasi RSUD Serui merupakan bagian dari proses pembinaan, verifikasi, evaluasi dan pemenuhan persyaratan penyelenggaraan rumah sakit daerah dalam rangka perpanjangan izin operasional.
Karolis mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses pra-visitasi yang sebelumnya dilakukan oleh tim Dinas Kesehatan bersama pihak RSUD Serui.
“Pra-visitasi mencakup telaah kesiapan rumah sakit, regulasi internal, SDM, sarana prasarana, peralatan kesehatan, utilitas, keselamatan, kesehatan lingkungan dan aspek perizinan,” jelasnya.
Untuk mendukung proses tersebut, Dinas Kesehatan telah membentuk tim sesuai kewenangan masing-masing sehingga proses penilaian dapat dilakukan secara komprehensif, objektif dan terintegrasi.
Tim visitasi dari Provinsi Papua dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), pimpinan organisasi profesi, jajaran Dinas Kesehatan serta jajaran RSUD Serui.
Karolis berharap proses visitasi dapat memberikan gambaran objektif mengenai kesiapan RSUD Serui sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan dan peningkatan mutu pelayanan.
“Tujuan akhirnya adalah memastikan RSUD Serui siap memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu kepada masyarakat,” jelasnya













