Serui (terasweisiho.com) – Perayaan 1 Abad Pohon Terang yang diperingati sejak 25 Desember 1925, dirangkaikan dengan Sukacita Damai Natal bersama Pemerintah, TNI/Polri, dan masyarakat, berlangsung khidmat di Alun-alun Trikora, Kota Serui, Kamis (25/12/2025).
Perayaan ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, sebagai refleksi iman sekaligus panggilan umat percaya untuk membangun peradaban baru yang berlandaskan kasih Kristus, keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam khotbah yang terambil dari Yesaya 60:1–2, Pdt. Hanz Wanma, S.Th mengajak umat, khususnya masyarakat Orang Asli Papua (OAP) di Pulau Yapen, untuk merefleksikan makna Pohon Terang sebagai simbol pemulihan peradaban dan terang kepemimpinan di Tanah Papua.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Pdt. D.A.C. Bout, yang mencetuskan Pohon Terang pertama di Tanah Papua tepatnya di Yapen, merupakan wujud komitmen Tuhan dalam meletakkan dasar peradaban rohani bagi orang Papua untuk menjadi pemimpin sekaligus saksi Kristus.
“Terang Tuhan yang terbit itu adalah simbol nubuat firman Allah yang telah dinyatakan kepada dunia. Hal itu digenapi melalui peristiwa Pohon Terang di Yapen sebagai tanah yang diberkati Tuhan,” ujar Pdt. Wanma.
Sementara itu, Ketua Panitia 1 Abad Pohon Terang, Bernard Worumi, S.Sos, yang juga Anggota DPRK Kepulauan Yapen Poksus Adat, mengatakan bahwa peristiwa bersejarah 25 Desember 1925 menjadi tonggak penting peletakan peradaban manusia di Pulau Yapen.

Menurutnya, dalam kurun waktu setengah abad pertama setelah peristiwa tersebut, Yapen telah melahirkan sejumlah pemimpin besar bagi Papua dan Indonesia, di antaranya Eliezer Bonai (Gubernur Irian Barat), Abraham Ataruri (Gubernur Papua Barat), Fredy Numberi (Gubernur Papua), serta Brigjen Pol. Alfred Papare.
“Pada tahun 2025 ini juga lahir seorang pemimpin daerah, Benyamin Arisoy, sebagai Bupati Kepulauan Yapen dengan visi ‘Yapen Rumah Kita Bersama’. Semua ini merupakan buah dari peletakan peradaban 100 tahun lalu,” tegas Worumi.
Ia berharap, memasuki 100 tahun ke depan, Pulau Yapen kembali melahirkan generasi pemimpin yang tidak hanya memimpin Tanah Papua, tetapi juga Republik Indonesia bahkan dunia.
“Perayaan 1 Abad Pohon Terang ini adalah komitmen bersama masyarakat adat di Pulau Panjang Yapen, untuk hidup dalam terang Tuhan dan menyaksikan anak cucu kami kelak menjadi pemimpin di atas Tanah Papua dan Republik Indonesia,” tutupnya.
Penulis : Jiro Nussy
Editor : Tim Editor








