Serui, 10 Juni 2026 – Perayaan ulang tahun ke-42 Ketua DPRK Kepulauan Yapen, Ebzon Sembai, tahun ini akan dikemas dengan cara yang berbeda. Melalui ajang Waa Defai Cup 2 yang digelar di Kampung Turu pada 11 Juni 2026, masyarakat diajak tidak hanya menikmati hiburan dan olahraga, tetapi juga bersama-sama menjaga budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan yang terbuka untuk umum tersebut akan menghadirkan tiga cabang perlombaan, yakni lomba mancing, lomba balap perahu motor 15 PK, dan lomba dayung perahu cege. Ketiga perlombaan ini dipilih karena memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat pesisir Kepulauan Yapen yang sejak lama bergantung pada laut sebagai sumber kehidupan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Ebzon Sembai, Waa Defai Cup bukan sekadar agenda untuk merayakan pertambahan usia. Di balik kegiatan itu, tersimpan harapan agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.
“Ini bukan hanya untuk memeriahkan hari ulang tahun saya. Yang paling penting adalah bagaimana budaya kita tetap terjaga dan tidak hilang. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin masyarakat, khususnya anak-anak muda, tetap mengenal tradisi yang menjadi identitas daerah kita,” ujar Ebzon Sembai.
Menurutnya, sejumlah perlombaan yang digelar merupakan bagian dari budaya masyarakat pesisir yang perlu terus diperkenalkan dan dipertahankan. Jika tidak dirawat sejak sekarang, bukan tidak mungkin tradisi-tradisi tersebut perlahan akan ditinggalkan oleh generasi berikutnya.
menurut Ebzon, menyatukan masyarakat melalui Olahraga dan Tradisi pada Waa Defai Cup2 diharapkan menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat dari berbagai kampung di Kepulauan Yapen. Selain berkompetisi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi yang mempertemukan warga dalam suasana penuh kegembiraan.
Lomba mancing diperkirakan akan menjadi favorit para pecinta olahraga memancing. Sementara balap perahu motor 15 PK dipastikan menghadirkan adu kecepatan yang memacu adrenalin para peserta di atas perairan Kampung Turu.

Tak kalah menarik, lomba dayung perahu cege akan menjadi simbol kuat pelestarian budaya lokal. Perahu cege yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir akan kembali hadir sebagai sarana kompetisi sekaligus pengingat akan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Selain membawa semangat pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran peserta dan pengunjung diperkirakan akan meningkatkan aktivitas perdagangan dan usaha kecil di lokasi kegiatan.

Ebzon menjelaskan bahwa penjualan karcis dalam kegiatan tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita ingin kegiatan ini memberikan manfaat yang lebih luas. Selain hiburan dan pelestarian budaya, kita juga berharap dapat membantu meningkatkan pendapatan daerah melalui karcis yang dijual dalam kegiatan ini,” katanya.
Ia menilai pembangunan daerah tidak hanya dilakukan melalui program pemerintah, tetapi juga dapat didukung melalui kegiatan masyarakat yang mampu menggerakkan ekonomi lokal dan menarik partisipasi publik.

Dengan menggabungkan unsur olahraga, budaya, dan pemberdayaan ekonomi, Waa Defai Cup diharapkan menjadi momentum yang membawa manfaat bagi banyak pihak.
Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat. Melalui semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tradisi, Waa Defai Cup diharapkan tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun, tetapi juga menjadi perayaan identitas dan kebanggaan masyarakat Kepulauan Yapen.
Penulis : Ronald Tabamolu
Editor : Tim Editor







