Yapen – Dalam sebuah rapat yang diadakan di Ruang Rapat Bupati Kepulauan Yapen, Ketua Sementara DPRK Yapen, Ebzon Sembai, mengeluarkan desakan kepada manajemen PT. SWPI untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja dari masyarakat asli Papua (OAP) sebanyak 60% dibandingkan suku lainnya. Rapat tersebut di pimpin oleh Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoi, Wakil Bupati Roy Palunga serta sejumlah pejabat dan perwakilan dari PT. SWPI pada Kamis,10/04/2024.

Ebzon Sembai menyatakan, tuntutan ini muncul sebagai respons terhadap keluhan masyarakat asli Papua di wilayah Yapen Timur, yang merasa belum mendapatkan perhatian yang cukup dari perusahaan yang beroperasi di daerah mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Masyarakat OAP adalah pemilik wilayah di mana PT. SWPI beroperasi. Mereka berhak mendapatkan kesempatan kerja yang lebih besar sebagai bentuk penghargaan terhadap hak-hak dasar mereka,” tegas Ebzon.

Dalam pertemuan tersebut, Ebzon juga mengangkat isu lingkungan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan. Ia meminta manajemen PT. SWPI untuk mengevaluasi kembali proses pembuangan limbah pabrik yang diduga telah merusak ekosistem laut, termasuk rumput laut, terumbu karang, dan pohon mangrove di sekitar area perusahaan. Hal ini diharapkan dapat mencegah kerusakan lebih lanjut dan melindungi lingkungan hidup di wilayah tersebut.

Budi Yanto manager SWPI, bersama A. Malatuni Kabid Humas SWPI, dan para kepala dinas terkait, juga hadir dalam rapat tersebut untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan mencari solusi yang tepat. Rapat ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan kerjasama yang lebih baik antara perusahaan dan masyarakat setempat demi kesejahteraan bersama.

Dengan adanya desakan ini, diharapkan PT. SWPI dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap masyarakat asli Papua dan lingkungan sekitar guna menciptakan hubungan yang harmonis dan berkelanjutan.










